dungmiri.ngawikab.id – Sudah 2 tahun ini Wabah Covid-19 telah masuk ke Indonesia. Berbagai upaya juga telah dilakukan Pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid-19.

Mulai dari Protokol Kesehatan Ketat, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dan juga Pembentukan Kampung Tangguh di seluruh Indonesia.

Dengan adanya pembentukan Kampung Tangguh diharapkan dapat meminimalisir Penyebaran klaster Covid-19 di wilayahnya sendiri. Selain itu, juga dapat menyekesaikan permasalahan yang ada di wilayahnya secara mandiri.

Dalam setiap Pembentukan dan juga Pengukuhan Kampung Tangguh suatu Desa atau Kelurahan, tentu saja telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19.

Peran Satgas Covid-19 dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sangatlah penting. Apalagi beberapa bulan belakangan ini, Pemerintah juga telah melonggarkan terkait kegiatan hajat masyarakat. Seperti, acara hajatan resepsi pernikahan, Khitanan, dan sejenisnya.

Dua Minggu belakangan ini, Masyarakat Desa Dungmiri juga sudah melaksanakan acara hajatan. Baik, hajatan pernikahan maupun Khitanan. Salah satunya di rumah Bambang, Warga Dusun Dungmiri 1, Desa Dungmiri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Hajatan Pernikahan di rumah Bambang sudah berlangsung selama 2 hari. Di mulai sejak Senin tanggal 31 Mei 2021 sampai hari ini, Selasa (01/06).

Selama 2 hari tersebut pula, Satgas Covid-19 Desa Dungmiri ikut serta dalam penjagaan ketat acara. Dengan cara mendisiplinkan protokol kesehatan ketat bagi para tamu undangan yang menghadiri hajatan tersebut. Baik yang berasal dari dalam maupun dari luar Desa Dungmiri.

Untuk setiap tamu undangan, sebelum memasuki ruang hajatan diwajibkan untuk cuci tangan atau pemberian Handsanitizer. Kemudian, dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan Thermogun.

Pemakaian masker juga suatu keharusan. Apabila ada tamu undangan yang lupa atau tidak memakai masker. Maka satgas Covid-19 Desa Dungmiri akan memberi masker kepada tamu tersebut.

Share and Enjoy !

Shares